Indonesia
Menyambut Booming Property
Property disebut-sebut sebagai investasi yang menjanjikan karena menawarkan tingkat pengembalian yang relatif tinggi. Beberapa alasan orang membeli property adalah selain kebutuhan juga merupakan alat investasi yang baik dan juga dapat dijadikan jaminan bank atau agunan. Selain itu, property juga memiliki karakteristik harganya naik pada kemudian hari sehingga menjadi koleksi yang bernilai dan dapat menaikkan gengsi dalam keluarga. Alasan utama yang paling sering dilontarkan orang adalah membeli property untuk mencari kenaikkan nilainya dan mengeruk keuntungan.
Ada beberapa hal yang mempengaruhi return optimal yang harus diperhatikan investor :
besar modal investasi. Faktor baik buruknya kondisi ekonomi global dan domestik juga ikut berperan. Pilihan instrumen investasi serta komposisi atau alokasi investasi merupakan faktor penentu berikutnya. Selera investasi dan masa investasi, pengetahuan seputar investasi, dan suasana hati juga memengaruhi besaran tingkat pengembalian yang dapat dicetak.
Property terbukti menyumbang lebih dari 50 % kekayaan dunia. Karena itu, investor mengalokasikan investasi di sektor property lebih dari 20 % dari total investasi.
Untuk investor Indonesia, ada baiknya memperbanyak koleksi property sebagai alat investasi saat ini. Karena diproyeksikan puncak booming property jatuh pada 2013. Harga property sedang mahal-mahalnya pada masa itu. Sebaiknya, investor membeli property yang berada di lokasi yang baik, akses dan lingkungan yang bagus bernuansa green development. Saat yang tepat membeli property pada waktu suku bunga pinjaman sedang turun seperti sekarang. Kalau suku bunga KPR sedang tinggi orang malas beli property.
Tahun 2009 merupakan waktu merangkak naik menuju siklus booming. Alternatif pilihan di daerah pinggiran sebaiknya menyasar hunian horizontal (landed houses) seperti Bumi Serpong Damai, Tangerang. Untuk pemukiman di tengah kota dapat melirik apartemen di sekitar Jalan Satrio, Jakarta Pusat.
Beberapa jenis investasi property yang dapat dibidik sebagai alat pencetak keuntungan diantaranya landed houses dan rumah toko (ruko). Pilihan lainnya adalah apartemen bersubsidi (rumah susun sederahana milik / rusunami). Posisi pengembang yang masih belum memiliki posisi tawar kuat karena terimbas pukulan krisis keuangan global menjadikan saat ini merupakan masa yang baik untuk membeli property. Harga yang dipatok pengembang masih relatif murah dan harganya akan melonjak naik beberapa waktu kemudian. Membeli property yang tepat akan berbuah keuntungan manis pada masa mendatang. Pada masa booming 2011, pertumbuhan nilai property dapat mencapai 40 % - 50 %.
Invetasi di property memang bergantung kepada lokasi. Ada lima wilayah Jakarta dipegang daerah yang tingkat pengembangan pembangunannya tinggi seperti Jakarta Selatan dipegang daerah Pondok Indah, Kebayoran Baru, Senayan, dan di sepanjang kawasan Jalan Jenderal Sudirman. Jakarta Barat berada di sekitar kawasan Grogol dan Tomang. Jakarta Utara dipegang daerah Kelapa Gading dan Pantai Indah Kapuk. Jakarta Pusat di Menteng dan Jalan M.H. Thamrin. Maksimalkan momen yang ada dan nikmati panen rezeki beberapa tahun lagi.
Sumber : Bisnis Indonesia edisi Minggu, 05 Juli 2009