Ray White Kelapa Gading
Jl. Kelapa Nias Raya GN 8
Kelapa Gading Permai, Jakarta Utara.

Telp : +62 21 451 5993 & +62 21 458 55656, Fax : +62 21 452 8616 & +62 21 458 74298
Email : info@rwgading.com
Cari Properti
Alamat:
Sales
Yahoo Messenger
Yahoo Messenger
Acara Pembukaan Kantor Baru RWKG
Incentive Tour 3
Bali Trip 2011
Ray White Harapan Indah
Sing Trip
raywhite
RWKuta
Career With Ray White
Incentive Tour 2
Why Choose Ray White
Ray White Kelapa Gading Barat
Pesta Natal&Tahun Baru 2012
Berita Terkini
8 March 2010:

Potensi Bisnis Apartemen Untuk Asing Rp 120 T

Potensi Bisnis Apartemen Untuk Asing Rp 120 T

 

 

Jakarta- tensi pasar apartemen untuk konsumen warga negara asing (WNA) ditaksir mencapai Rp 120 triliun pada 2010 dengan asumsi harga per unit Rp 2 miliar. Devisa yang masuk pun bakal terus naik jika pemerintah segera merealisasikan kebijakan perpanjangan kepemilikan properti asing menjadi 95 tahun.

 

Hal itu diungkapkan pengamat Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanungkalit, Direktur Pemasaran Agung Podomoro Indra W Antono, Direktur Lippo Karawaci Jopy Rusli. Sebelumnya, Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa mengusulkan perpanjangan kepemilikan properti oleh warga asing menjadi 95 tahun. Kebijakan ini akan dituangkan dalam peraturan pemerintah (PP) yang merupakan revisi dari PP No 41 Tahun 1996. Revisi PP itu ditargetkan rampung paruh pertama tahun ini.

Menpera menilai, PP No 41 Tahun 1996 tentang kepemilikan properti oleh asing belum menarik investor. Sebab, peraturan itu hanya memberikan hak pakai bagi investor asing selama 25 tahun. Meski dapat diperpanjang 20 tahun dan diperbaharui selama 25 tahun lagi, PP itu tetap tidak menarik karena tidak memberi kepastian hukum bagi investor.

Menurut Panangian, potensi devisa yang bisa ditarik dari sektor properti sangat besar. Dengan asumsi kebutuhan apartemen oleh asing rata-rata 60 ribu unit per tahun, potensi pasarnya mencapai sekitar Rp 120 triliun. Kalkulasinya, kunjungan wisatawan asing ke Indonesia sekitar 6 juta orang per tahun.

Oleh karena itu, dia meminta pemerintah segera merevisi PP tentang kepemilikan properti oleh asing, minimal diperpanjang sampai 70 tahun. Alasannya, multiplier effect dari bisnis properti sangat besar, tak hanya menghidupkan sektor informal dan menyerap tenaga kerja, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal senada diungkapkan Indra W Antono. Menurut dia, potensi pasar sektor properti bisa lebih dari Rp 120 triliun per tahun.

 

 

Antusiasme Asing

Menurut Jopy Rusli, antusiasme warga asing untuk membeli apartemen di Indonesia sangat tinggi. Setidaknya, setiap properti residensial yang dibangun oleh Lippo Group ada porsi pembelian oleh orang asing hingga 25% dari total unit yang ditawarkan.

Jopy menambahkan, harga apartemen mewah di Indonesia lebih murah dibandingkan negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Selain itu, tingkat imbal hasil (yield) properti di Jakarta lebih tinggi di bandingkan negara lain di Asia Tenggara.

Lippo Karawaci, kata dia, berencana menjual minimal 50% porsi apartemen mewah untuk para ekspatriat, saat aturan itu sudah diresmikan. Sejalan dengan itu, harga apartemen mewah akan disesuaikan dengan kenaikan sebesar Rp 20-25 juta per m2.

Jopy Rusli menjelaskan, pihaknya menawarkan tiga cara pembelian properti kepada orang asing yang ingin memiliki kondominium. Pertama melalui surat perjanjian Jual Beli (SPJB) antara pihak pengembang dan orang asing.

Kedua, melalui nominee/trustee, yaitu, warga negara asing dapat membeli hunian bertingkat dengan menggunakan nama orang asal Indonesia (WNI).  Sistem pembelian properti ini sama persis dengan kesepakatan transaksi jual beli antara pengembang dan WNI.

Ketiga, WNA yang langsung membeli unit kondominium kepada pengembangnya. Melalui cara ini, otomatis orang harus memenuhi segala ketentuan termasuk masa hak pakainya selama 25 tahun pertama dan dapat diperpanjang sebanyak tiga kali.

 

 

 

 

Sumber: Investor Daily, Senin, 8 Maret 2010

[RayWhiteGading.com]Cetak
Arsip Berita Terkini >>
Copyright © 2005 Ray White Kelapa Gading, All rights reserved.
Dilarang Menyalin Sebagian atau Seluruh Isi Tanpa Pemberitahuan kepada Ray White Kelapa Gading.
Powered by Raywhite Gading Engine v.1.0 |
Jejala