Perbankan Pacu Kredit Rumah
Bunga KPR Berkisar 10-11%
Jakarta – Seiring pulihnya daya beli masyarakat dan penurunan suku bunga kredit, perbankan tahun ini siap memacu kredit kepemilikan rumah. Kredit pemilikan rumah tahun 2010 diprediksi tumbuh di atas 20%, lebih tinggi dibandingkan 2009 yang sebesar 14,15%.
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Iqbal Latanro memperkirakan, penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) pada 2010 bakal tumbuh pesat. Ada beberapa alasan yang mendasarinya.
Pertama, perekonomian yang sempat terpuruk akibat krisis keuangan global akhir 2008 akan pulih tahun ini. Hal itu ditandai dengan prediksi pertumbuhan ekonomi 5-6%. Kondisi ini akan meningkatkan daya beli masyarakat pada perumahan.
Kedua, suku bunga KPR terus menurun, dari 15% pada awal 2009 menjadi 10-11% saat ini. Masyarakat cenderung sangat sensitif terhadap bunga KPR. Permintaan KPR akan meningkat saat terjadi tren penurunan bunga dan sebaliknya.
Ketiga, kebutuhan rumah cenderung semakin besar. Data menunjukkan, pertumbuhan kebutuhan rumah mencapai 800.000 unit/tahun. Adapun pasokannya hanya sekitar 300.000/tahun. Ini membuat, secara akumulatif, kebutuhan rumah terus meningkat, mencapai 5,8 juta unit saat ini.
Indikasi tingginya permintaan KPR, kata Iqbal, mulai terlihat sejak Oktober 2009 dan terus berlangsung hingga kini.
Struktur ongkos
Kepala Ekonom BNI Tony Prasentiantono juga memperkirakan penyaluran KPR akan tumbuh signifikan pada 2010. “Confidence para pelaku ekonomi begitu meningkat sehingga permintaan terhadap KPR pasti naik,” ujar dia.
Sejauh mana penurunan bunga KPR, menurut Tony, hal itu bergantung pada kemampuan tiap-tiap bank dalam mengutak-atik struktur ongkosnya. Jika bank bisa menekan ongkos dan pada saat yang sama mampu menaikkan pendapatan bank yang berbasis nonbunga, penurunan suku bunga bisa signifikan.
Total kredit perumahan perbankan nasional per akhir tahun 2009 mencapai Rp 115,23 triliun, tumbuh 14,15% dibandingkan dengan tahun 2008 yang sebesar Rp 100,95 triliun. Porsi kredit perumahan terhadap total kredit 8%.
Sumber: KOMPAS, Selasa, 9 Maret 2010