Ray White Kelapa Gading
Jl. Kelapa Nias Raya GN 8
Kelapa Gading Permai, Jakarta Utara.

Telp : +62 21 451 5993 & +62 21 458 55656, Fax : +62 21 452 8616 & +62 21 458 74298
Email : info@rwgading.com
Cari Properti
Alamat:
Sales
Yahoo Messenger
Yahoo Messenger
Ray White Harapan Indah
Ray White Kelapa Gading Barat
Career With Ray White
raywhite
Why Choose Ray White
RWKuta
Berita Terkini
19 April 2010:

Kepemilikan Properti WNA Sebaiknya Hak Pakai

Kepemilikan Properti WNA Sebaiknya Hak Pakai

 

 

Jakarta – Warga negara asing (WNA) yang berminat membeli properti di Indonesia sebaiknya hanya menggunakan status tanah hak pakai. Sedangkan, proporsi kepemilikan konsumen asing dalam satu menara apartemen mewah dibatasi hanya 49% dan sisanya dijual kepada orang lokal.

 

     “Aturan kepemilikan asing diperbolehkan asalkan status tanahnya hak pakai. Sekarang ini masih ada pemberlakuan hak guna usaha (HGU) untuk orang asing. Padahal, seharusnya HGU tidak diperkenankan untuk orang asing,” ungkap pakar hukum properti dan pertahanan Erwin Kallo.

     Erwin menuturkan, kini, pemisahan lima jenis peruntukkan tanah, seperti hak milik (HM), hak pakai (KP), hak guna bangunan (HGB), hak pengelolaan (HPL) dan hah guna usaha (HGU) sudah tidak dapat diterapkan lagi.

     Pemerintah sebaiknya menyederhanakan hak atas tanah, yaitu hak milik (freehold) atau hak pakai (leasehold), sehingga mempermudah penerbitan peraturan tentang kepemilikan asing. Pemerintah juga sebaiknya membatasi kepemilikan asing dalam satu menara apartemen maksimal 49% dari total unit yang ditawarkan.

     Pemerintah akan menerbitkan revisi PP No 41/1996 tentang Kepemilikan Rumah Tempat Tinggal atau Hunian Oleh Orang Asing yang Berkedudukan di Indonesia. Revisi peraturan akan diumumkan pada perhelatan akbar Federasi Real Estat Internasional (FIABCI) Indonesia di Bali pada Mei mendatang.

 

Investasi Langsung

     General Manager Marketing Podomoro City, kelompok usaha Agung Podomoro Group, Alvin Andronicus mengatakan, kepemilikan asing seharusnya tidak jauh berbeda dengan upaya pemerintah dalam menarik investasi asing ke Tanah Air.

     Apabila keran kepemilikan properti oleh WNA dibuka lebar, menurut Alvin, investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) akan semakin deras masuk ke Tanah Air.

     Pakar properti Matius Yusuf menyatakan, relaksasi aturan bagi calon pembeli asing di sektor properti terutama di subsektor hunian strata title akan menimbulkan efek domino yang luar biasa bagi sektor industri lainnya. Sedikitnya ada 138 sektor riil yang ikut bergerak seiring peningkatan kinerja industri properti.

     Direktur Utama PT Bakrieland Development Tbk Hiramsyah Thaib beberpa waktu lalu mengatakan, revisi PP No 41/1996, memang sangat dibutuhkan dan sudah mendesak.

     Dia menuturkan, jika keran kepemilikan properti asing resmi dibuka, akan ada peningkatan permintaan properti mewah hingga Rp 23,75 triliun per tahun.

     Berdasarkan hasil riset yang dikeluarkan oleh Colliers International Indonesia akhir 2009, saat ini tercatat tidak kurang dari 83.452 pekerja asing di Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Investor Daily, Senin, 19 April 2010

[RayWhiteGading.com]Cetak
Arsip Berita Terkini >>
Copyright © 2005 Ray White Kelapa Gading, All rights reserved.
Dilarang Menyalin Sebagian atau Seluruh Isi Tanpa Pemberitahuan kepada Ray White Kelapa Gading.
Powered by Raywhite Gading Engine v.1.0 |
Jejala