Pasar Properti Hong Kong Berpotensi Bubble
Hong Kong – Industri properti di Hong Kong berpotensi mengalami bubble seperti yang terjadi di Tiongkok. Hal itu karena harga perumahan di Hong Kong sudah terlalu tinggi dan berpotensi terus meningkat.
Sejak awal 2009, harga properti di Hong Kong telah meningkat sekitar 42%. Peningkatan harga ini akan terus terjadi hingga akhir tahun 2010 dengan kenaikan sekitar 10%.
“Harga proeprti saat ini sudah berada pada level tertinggi. Jika ini terus berlanjut, akan menyebabkan bubble. Masyarakat pun akan cemas,” ungkap chief Executive Officer (CEO) HSBC untuk wilayah Asia Pasifik Peter Wong seperti dikutip dari laman propertywire.com pekan lalu.
Menurut kajian Jones Lang LaSalle, suku bunga yang rendah dua dekade terakhir dan ekonomi Hong Kong yang terus tumbuh menyebabkan harga perumahan cenderung ikut bertumbuh. Sementara itu, indeks lokal di negara itu menunjukkan kenaikan yang stabil. Indeks Centaline memperlihatkan harga rumah telah naik 10,5% pada tahun ini. Adapun indeks properti Hang Seng meningkat 11% pada enam bulan terakhir.
Menurut Kepala Peneliti Properti CLSA Nicole Wong, harga akan terus menanjak sekitar 15% dalam 12 bulan ke depan karena terbatasnya pasokan eprumahan. Selain itu, masyarakat juga diharuskan membayar rumah yang dimilikinya dengan cukup mahal. Dia mengatakan bahwa ketersediaan pekerjaan yang memberikan pendapatan akan menekan permintaan perumahan di saat pasokan yang sedikit.
Harga riil properti saat ini diimbangi oleh harga tanah yang juga tinggi karena adanya pembangunan kota oleh pengembang di saat pasokan sedikit. Salah satu pengembang besar di Hong Kong, Sun Hung Kai Properties, pada bulan Juni membeli lahan di distrik Ho Man Tin senilai HK$ 10,9 miliar dengan harga HK$ 12,540/m2. Harga ini merupakan harga tertinggi di perkotaan saat pasar mencapai puncaknya di tahun 1997.
Pemerintah Tiongkok bulan ini telah menjual lahan perumahan di kawasan mewah Peak Distrik dengan nilai mencapai HK$ 10,4 miliar. Itu dilakukan pemerintah setempat untuk mendorong pasokan perumahan bertambah. Penjualan ini akan dilakukan di dia woilayah yaitu di Kowloon dan di distrik Kowloon Tong. Masing-masing penjualan akan dilaksanakan pada tanggal 17 dan 31 Agustus 2010.
Kebanyakan lahan yang dijual pemerintah diberikan kepada pengembang yang berkomitmen memberikan harga rumah yang rendah kepada masyarakat. Kebijakan ini sudah dilakukan pemerintah sejak tahun 2004 yang bertujuan menekan harga rumah.
Pemilik Hang Lung Properties, pengembang terbesar ketiga di Hong Kong Ronnie Chan, mengatakan, harga rumah di perkotaan sudah menunjukkan kenaikan sejak minggu lalu.
Sumber: Investor Daily, Kamis, 12 Agustus 2010