Ciputra Incar Penjualan Rp5 triliun
Pinjaman sindikasi Rp1,5 triliun untuk proyek Ciputra World I
Jakarta: Grup Ciputra, perusahaan pengembang, mengincar penjualan Rp5 triliun pada 2012 seiring dengan peluncuran sejumlah proyek baru.
CEO Grup Ciputra Candra Ciputra mengatakan target penjualan itu meningkat sekitar 25% dari perkiraan penjualan pada akhir tahun ini Rp4 triliun.
Pertumbuhan itu diproyeksikan seiring dengan tujuh proyek baru yang akan diluncurkan perseroan pada 2012 dans edikitnya tiga proyek baru, yang masih dalam tahap negosiasi.
Tujuh proyek itu adalah CitraGarden Pekanbaru, CitraLand Botanical City Pangkalpinang, CitraGrand Semarang , CitraGrand Yogyakarta, CitraGarden Pontianak, CitraLand Palu, dan CitraLand Bagya City Medan.
Selain itu, lanjut dia, Grup Ciputra juga mengadakan program undian bertema Apresiasi 10 Miliar bagi pelanggan properti Grup Ciputra yang tersebar di 30 kota.
Program tersebut merupakan wujud apresiasi kepada pelanggan pembeli produk properti Grup Ciputra berupa perumahan, rumah took, rumah kantor, apartemen, pergudangan, dan unit perkantoran strata title.
“Dengan adanya proyek-proyek baru dan program Apresiasi 10 Miliar kami harao bisa ikut meningkatkan kinerja Grup Ciputra. Target penjualan kami pada 2012 adalah Rp5 triliun, yang terdiri dari 7.000 unit rumah, termasuk 1.000 unit rumah dengan harga dibawah Rp100 juta,” ujarnya kemarin (16/11).
Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Ciputra Development Tulus Santoso menambahkan pada akhir tahun ini sebenarnya target Grup Ciputra adalah Rp3,8 triliun, tetapi melihat perkembangan industry properti yang terus berkembang perusahaan optimis target itu dapat terlampaui menjadi sekitar Rp4 triliun.
Jumlah itu dikontribusikan dari anak usaha yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni PT Ciputra Development Tbk, PT Ciputra Property Tbk, dan PT Ciputra Surya Tbk Rp3,1 triliun dan sisanya Rp900 miliar berasal dari anak usaha lainnya yang belum tercatat di BEI.
Adapun untuk perolehan penjualan pada tahun depan, diperkirakan tiga perusahaan Ciputra yang berstatus terbuka akan mengkontribusi sebesar Rp4 triliun dan sisanya Rp1 triliun dari anak usaha yang non-Tbk.
Sementara itu, anak usaha PT Ciputra Development Tbk, PT Ciputra Proeprty Tbk akan menandatangani pinjaman sindikasi perbankan senilai Rp1 triliun – Rp1,5 triliun pada 2012 untuk mengerjakan proyek Ciputra World I.
Tulus Santoso mengatakan pinjaman itu kemungkinan akan diperoleh dari sindikasi dua-tiga perbankan. Namun, dia masih enggan menyebutkan nama bank itu.
Penandatanganan pinjaman perbankan itu, lanjutnya, akan dilakukan pada tahun depan dan pencairan pinjaman akan dilakukan secara berthap sesuai kebutuhan.
Dengan adanya pinjaman tersebut, Tulus memperkirakan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) Ciputra Property akan berada di level 30%.
“Kami, melalui Ciputra Property, akan mencari pinjaman Rp1 triliun – Rp1,5 triliun, kemungkinan sindikasi dari 2-3 bank. Itu semua akan digunakan untuk pembangunan Ciputra World I. dengan pinjaman itu, DER Ciputra Property akan 30%, sebelumnya kami belum melakukan pinjaman,” ujarnya.
Sumber: Bisnis Indonesia, Kamis, 17 November 2011